Tiga Saham Energi Milik Garibaldi ‘Boy’ Thohir Kompak Menguat, Rekomendasi Buy dari UOB Kay Hian
Tiga saham energi milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir ADRO, ADMR, dan AADI kompak menguat. UOB Kay Hian menaikkan rekomendasi menjadi buy dengan proyeksi laba bersih naik 19% pada 2026.

Pendahuluan

Tiga saham energi milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir kembali menunjukkan performa gemilang pada perdagangan Kamis (30/10/2025).
Kenaikan harga terjadi secara serempak, seiring dengan meningkatnya optimisme investor terhadap prospek industri energi dan komoditas di akhir tahun ini.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10.21 WIB, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 1,03 persen ke Rp1.955 per unit, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 0,33 persen ke Rp1.500, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melonjak 3,29 persen ke Rp8.625 per unit.

Dengan penguatan tersebut, ketiga saham energi di bawah grup Adaro Energy berhasil memperpanjang tren positif yang sudah berlangsung sejak awal pekan.

Performa Saham dalam Sepekan

Dalam sepekan terakhir, ketiga saham Boy Thohir tampil impresif.
Saham ADRO tercatat naik 9,22 persen, ADMR melonjak 12,36 persen, sementara AADI menanjak 8,54 persen.

Kenaikan ini menegaskan minat tinggi investor terhadap sektor energi, terutama di tengah kenaikan harga komoditas global dan stabilnya permintaan batu bara metalurgi.
Selain itu, prospek fundamental dari ketiga emiten ini juga semakin diperkuat oleh sejumlah faktor eksternal.

“Investor melihat momentum positif pada sektor energi Indonesia, terutama dari perusahaan yang memiliki diversifikasi bisnis kuat seperti grup Adaro,”
ujar Benyamin Mikael, analis dari UOB Kay Hian, dalam riset terbarunya.

Rekomendasi UOB Kay Hian: Dari Hold ke Buy

Kabar menggembirakan datang dari UOB Kay Hian, salah satu lembaga sekuritas besar di Asia.
Dalam laporan riset terbarunya, UOB menaikkan rekomendasi saham ADRO dari hold menjadi buy, dengan target harga yang lebih tinggi untuk tahun 2026.

Menurut UOB Kay Hian, potensi kenaikan harga saham Adaro didorong oleh beberapa faktor utama:

  1. Harga batu bara metalurgi yang stabil di pasar global.
  2. Peningkatan volume penjualan dari proyek tambang yang sudah beroperasi penuh.
  3. Dimulainya proyek aluminium Adaro Minerals yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru.

Dengan faktor-faktor tersebut, UOB memperkirakan laba bersih Adaro dapat tumbuh 19 persen pada 2026.
Prospek ini memperkuat pandangan bahwa Adaro tetap menjadi salah satu saham unggulan di sektor energi Indonesia.

Prospek Cerah ADMR dan AADI

Selain ADRO, dua saham lain di bawah grup Adaro juga mencuri perhatian.
Saham ADMR yang fokus pada sektor mineral menunjukkan kinerja luar biasa sepanjang 2025.
Kenaikan harga aluminium global dan permintaan dari industri energi hijau mendorong prospek jangka panjang perusahaan.

Sementara itu, AADI menjadi sorotan utama investor karena kombinasi imbal hasil dividen tinggi (dividend yield) dan prospek siklus batu bara yang menguntungkan.

Dalam riset tertanggal 7 Oktober 2025, UOB Kay Hian memperkirakan dividend yield AADI dapat mencapai 12–16 persen.
Angka tersebut sejalan dengan proyeksi arus kas positif setelah pelunasan utang perusahaan.

Selain itu, UOB menilai bahwa strategi bisnis AADI yang berorientasi pada efisiensi produksi dan pengendalian biaya akan memberikan keuntungan jangka panjang yang signifikan bagi pemegang saham.

Faktor Pendorong Penguatan Saham Boy Thohir

Ada beberapa faktor yang mendorong penguatan serentak saham milik Boy Thohir:

  1. Kenaikan harga batu bara global.
    Harga batu bara metalurgi tetap tinggi karena pasokan terbatas di tengah peningkatan permintaan dari industri baja Asia.
  2. Diversifikasi portofolio bisnis Adaro Group.
    Grup Adaro memperluas bisnis ke sektor aluminium, mineral, dan energi terbarukan, yang membuat prospek jangka panjangnya lebih stabil.
  3. Kepercayaan investor asing.
    Arus modal asing kembali masuk ke saham-saham energi besar, termasuk ADRO, ADMR, dan AADI.
  4. Kinerja keuangan yang solid.
    Ketiga emiten mencatat margin laba bersih yang kuat dengan tingkat utang yang terkendali.

Dengan kombinasi faktor-faktor ini, pasar menilai saham Boy Thohir sebagai pilihan menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan dan stabilitas.

Tanggapan Analis dan Sentimen Pasar

Para analis menilai penguatan ketiga saham ini bukan hanya reaksi sesaat, melainkan hasil dari fundamental perusahaan yang kuat.
UOB Kay Hian bukan satu-satunya yang optimistis. Beberapa analis lokal juga mempertahankan rating overweight untuk saham-saham grup Adaro.

“Tren kenaikan saham Adaro Group akan berlanjut jika harga batu bara tetap di atas USD 100 per ton,”
kata Darmawan Putra, analis dari BCA Sekuritas.

Selain itu, analis menambahkan bahwa proyek aluminium ADMR akan menjadi game changer bagi Adaro Group.
Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah dan mempercepat transisi perusahaan menuju energi bersih.

Kinerja Keuangan Grup Adaro

Secara konsolidasi, Adaro Group berhasil membukukan pendapatan dan laba bersih yang solid hingga kuartal III 2025.
Pendapatan meningkat sekitar 11 persen year-on-year, didorong oleh kenaikan volume ekspor dan stabilnya harga jual rata-rata.

Selain itu, beban keuangan menurun seiring pelunasan beberapa utang besar.
Kondisi ini memperkuat struktur modal grup dan membuka ruang bagi pembagian dividen yang lebih tinggi di tahun depan.

Dengan kondisi keuangan yang sehat, investor semakin yakin bahwa Adaro Group mampu mempertahankan momentum pertumbuhan hingga 2026.

Outlook Sektor Energi dan Batu Bara

Prospek sektor energi di Indonesia masih cerah untuk jangka menengah.
Harga batu bara diperkirakan stabil karena pasokan global yang ketat dan permintaan dari India serta Tiongkok yang tetap kuat.
Selain itu, transisi energi hijau membuat perusahaan seperti Adaro mulai berinvestasi pada proyek energi bersih dan mineral strategis.

Dengan arah kebijakan ini, Adaro Group tidak hanya mengandalkan batu bara, tetapi juga membangun rantai pasok energi terintegrasi dari tambang hingga manufaktur aluminium.
Hal ini menjadi keunggulan strategis dibandingkan kompetitor regional.

Kesimpulan

Tiga saham energi milik konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir ADRO, ADMR, dan AADI menunjukkan tren penguatan konsisten di tengah sentimen positif sektor energi.
Dukungan rekomendasi “buy” dari UOB Kay Hian dan proyeksi laba bersih yang meningkat menambah keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang grup Adaro.

Dengan diversifikasi bisnis, efisiensi operasional, dan strategi ekspansi ke energi hijau, Adaro Group berada di posisi ideal untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas global.
Investor yang mencari stabilitas sekaligus potensi pertumbuhan jangka panjang kini kembali menaruh perhatian pada saham-saham Boy Thohir.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *