
Pendahuluan
PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pemilik jaringan ritel Mr DIY, mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III-2025.
Perusahaan melaporkan laba bersih sebesar Rp790,27 miliar, meningkat 0,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp784,98 miliar.
Kenaikan laba ini ditopang oleh pembukaan puluhan gerai baru di berbagai daerah dan pertumbuhan penjualan yang konsisten di seluruh kategori produk.
Dengan hasil tersebut, laba bersih per saham (EPS) tercatat Rp31,36 per lembar, menandakan fundamental perusahaan tetap kuat di tengah persaingan ketat sektor ritel nasional.
Kinerja Keuangan: Penjualan Naik Dua Digit
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Kamis (30/10/2025), MDIY mencatat peningkatan penjualan sebesar 17,28 persen dari Rp4,92 triliun menjadi Rp5,77 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Pertumbuhan ini terutama disokong oleh ekspansi gerai dan strategi promosi yang efektif di pasar domestik.
Selain itu, laba kotor MDIY juga meningkat 18,2 persen menjadi Rp3,20 triliun, menunjukkan efisiensi yang baik dalam pengelolaan biaya dan margin produk.
EBITDA pun naik 15,7 persen menjadi Rp1,87 triliun, memperlihatkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah ekspansi agresif.
“Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan strategi ekspansi dan peningkatan efisiensi operasional,”
ujar manajemen Mr DIY dalam keterangan resmi perusahaan.
Ekspansi Gerai Jadi Pendorong Utama
Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, Mr DIY telah membuka puluhan gerai baru di berbagai wilayah Indonesia.
Ekspansi ini menjadi pilar utama pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
Dengan demikian, total gerai MDIY kini mencapai lebih dari 700 toko yang tersebar di seluruh provinsi.
Sebagian besar pembukaan toko baru dilakukan di wilayah Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan, yang memiliki tingkat permintaan ritel rumah tangga tinggi.
Selain ekspansi fisik, perusahaan juga memperkuat kanal penjualan daring melalui platform e-commerce internal dan mitra marketplace besar seperti Tokopedia dan Shopee.
Langkah ini membantu MDIY menjangkau pelanggan di kota lapis kedua dan ketiga, yang kini menjadi pasar potensial baru.
Strategi Bisnis dan Efisiensi Operasional
MDIY terus berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui tiga pilar utama:
- Ekspansi Gerai Strategis
Perusahaan membuka gerai dengan memperhatikan potensi wilayah dan daya beli masyarakat lokal. - Efisiensi Biaya Logistik
MDIY memperkuat sistem distribusi dengan menambah pusat logistik di Jawa Tengah dan Sulawesi. - Digitalisasi Operasional
Dengan sistem manajemen stok berbasis data, perusahaan mampu menekan inventory loss dan mempercepat rotasi barang.
Karena itu, margin keuntungan tetap terjaga di tengah peningkatan volume penjualan.
Strategi ini juga membantu perusahaan menghadapi kenaikan biaya sewa dan operasional yang umum terjadi pada sektor ritel.
Pertumbuhan Segmen Produk Rumah Tangga
Kontribusi terbesar terhadap penjualan Mr DIY berasal dari kategori produk rumah tangga dan peralatan perkakas kecil.
Segmen ini tumbuh lebih dari 20 persen dibandingkan tahun lalu.
Permintaan kuat juga datang dari kategori mainan anak, alat tulis, perlengkapan dapur, dan produk kebersihan rumah.
Selain itu, penjualan produk dekorasi dan elektronik ringan meningkat signifikan menjelang musim liburan akhir tahun.
Dengan variasi produk lebih dari 18.000 jenis, Mr DIY tetap mempertahankan posisinya sebagai ritel kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.
Kinerja Stabil di Tengah Persaingan Ketat
Meski persaingan di sektor ritel modern semakin ketat, MDIY mampu mempertahankan pertumbuhan stabil.
Keunggulan utama perusahaan terletak pada strategi harga kompetitif dan lokasi gerai yang mudah dijangkau.
Analis menilai bahwa model bisnis hybrid offline-online Mr DIY menjadi salah satu faktor yang menjaga loyalitas pelanggan.
Dengan sistem click-and-collect, pelanggan bisa berbelanja daring lalu mengambil pesanan langsung di toko terdekat.
“Konsistensi pertumbuhan MDIY menunjukkan ketangguhan bisnis ritel rumah tangga di Indonesia.
Ekspansi yang terukur dan efisiensi biaya menjadi faktor kunci,”
kata Randy Putra, analis ritel dari Samuel Sekuritas Indonesia.
Analisis Fundamental dan Prospek 2026
Dari sisi fundamental, MDIY menunjukkan kinerja yang sehat.
Rasio laba terhadap penjualan (net profit margin) berada di level 13,7 persen, sementara debt-to-equity ratio (DER) relatif rendah di bawah 0,4 kali.
Selain itu, arus kas operasional tetap positif, menandakan kemampuan perusahaan untuk membiayai ekspansi tanpa tekanan likuiditas.
Analis memperkirakan tahun 2026 akan menjadi fase akselerasi pertumbuhan baru, dengan potensi penambahan lebih dari 80 gerai baru.
Selain itu, penetrasi pasar luar Jawa akan menjadi fokus utama manajemen dalam memperluas pangsa pasar nasional.
Dengan demikian, laba bersih MDIY pada 2026 diproyeksikan tumbuh 5–8 persen YoY, seiring kenaikan volume penjualan dan efisiensi rantai pasok.
Kinerja Saham dan Sentimen Investor
Saham MDIY di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir.
Pada perdagangan Kamis (30/10/2025), saham MDIY ditutup menguat 2,5 persen di level Rp2.040 per saham.
Volume transaksi meningkat, mencerminkan minat investor terhadap sektor ritel yang kembali pulih pasca-pandemi.
Selain itu, investor melihat potensi pertumbuhan jangka panjang MDIY karena strategi ekspansi dan konsistensi laba.
Beberapa analis bahkan memberikan rekomendasi “buy” dengan target harga Rp2.300–Rp2.400 per saham untuk 12 bulan ke depan.
Komitmen terhadap Inovasi dan Keberlanjutan
MDIY tidak hanya berfokus pada ekspansi, tetapi juga pada pengelolaan bisnis berkelanjutan.
Perusahaan mulai menerapkan program Green Store Initiative, yaitu upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di seluruh gerai.
Selain itu, MDIY juga memperkuat kemitraan dengan UMKM lokal dalam penyediaan produk tertentu.
Langkah ini tidak hanya menekan biaya logistik, tetapi juga membantu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat dengan memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial,”
tegas Direktur Utama MDIY, dalam siaran pers resmi.