
PT Wijaya Karya (WIKA) Tetapkan Target Lebih Tinggi Tahun Depan
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menatap optimistis tahun 2026 dengan menargetkan perolehan kontrak baru lebih dari Rp20 triliun. Target tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp17 triliun.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengatakan bahwa target ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat kinerja keuangan dan operasional secara berkelanjutan.
“Jadi target nilai kontrak baru di 2026 sudah kami susun, dan akan lebih besar dibandingkan dengan tahun 2025, di atas Rp20 triliun,” kata Agung dalam paparan publik secara daring, Rabu (12/11/2025).
Agung menegaskan, tahun depan akan menjadi momentum penting bagi WIKA dalam memperkuat tiga pilar transformasi perusahaan. Fokus utama diarahkan pada efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, serta keberlanjutan arus kas.
Tiga Pilar Transformasi WIKA untuk Dorong Pertumbuhan
Untuk mencapai target besar tersebut, manajemen WIKA menyiapkan strategi berbasis tiga pilar transformasi utama, yaitu:
- Pemilihan kontrak yang memiliki margin sehat dan arus kas berkelanjutan.
WIKA kini lebih selektif dalam memilih proyek agar setiap kontrak memberikan keuntungan optimal tanpa mengganggu arus kas jangka panjang. - Peningkatan efisiensi harga pokok penjualan (HPP).
Perusahaan terus berupaya menekan biaya produksi dengan memperkuat pengelolaan rantai pasok dan penerapan sistem kerja yang lebih efisien. - Penerapan konsep lean construction.
Melalui pendekatan ini, WIKA berkomitmen mengurangi pemborosan, mempercepat waktu pengerjaan, dan meningkatkan kualitas hasil proyek konstruksi.
Agung menjelaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya berfokus pada efisiensi internal, tetapi juga pada peningkatan daya saing WIKA di pasar konstruksi nasional maupun internasional.
“Kami terus memperkuat penerapan lean construction untuk menghasilkan proyek yang lebih efisien dan bernilai tambah tinggi,” ujar Agung.
Kinerja Keuangan dan Proyek Strategis WIKA
Selama tahun 2025, WIKA mencatat sejumlah capaian penting dalam proyek infrastruktur dan energi. Perseroan berhasil menyelesaikan beberapa proyek besar seperti pembangunan jalan tol, jembatan, serta proyek energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia.
Peningkatan efisiensi dan restrukturisasi keuangan yang dilakukan sejak 2023 juga mulai menunjukkan hasil positif. Beban keuangan menurun, dan cash flow operasi menjadi lebih sehat.
Agung menegaskan bahwa tren positif ini menjadi modal utama untuk menatap 2026 dengan lebih optimistis. “Kami ingin memastikan pertumbuhan WIKA tidak hanya dari sisi pendapatan, tapi juga dari profitabilitas dan efisiensi,” tuturnya.
WIKA juga memperluas portofolio proyek di sektor energi baru terbarukan (EBT), air bersih, dan perumahan rakyat, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan pemerintah.
Komitmen terhadap Efisiensi dan Inovasi
Sebagai salah satu BUMN konstruksi terbesar di Indonesia, WIKA terus memperkuat inovasi teknologi dalam setiap lini bisnisnya. Perusahaan kini gencar mengimplementasikan digitalisasi proyek melalui sistem manajemen konstruksi berbasis data dan monitoring waktu nyata (real-time).
Langkah ini membuat pengawasan proyek menjadi lebih transparan dan efisien. Selain itu, penggunaan teknologi digital membantu menekan potensi keterlambatan dan pembengkakan biaya.
“WIKA tidak hanya membangun proyek fisik, tetapi juga membangun sistem kerja yang adaptif terhadap perubahan zaman,” kata Agung.
Dalam beberapa tahun terakhir, WIKA juga meningkatkan kerja sama dengan berbagai mitra strategis baik dari dalam maupun luar negeri. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat transfer teknologi serta memperluas peluang investasi baru di bidang konstruksi dan infrastruktur.
Peluang dan Tantangan di 2026
Meskipun optimistis menatap masa depan, manajemen WIKA tetap realistis terhadap berbagai tantangan yang mungkin muncul di tahun depan. Kenaikan harga bahan baku, dinamika global, dan fluktuasi nilai tukar menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Namun, WIKA menilai peluang masih terbuka lebar, terutama dengan rencana pemerintah untuk melanjutkan proyek infrastruktur strategis nasional (PSN) serta meningkatnya kebutuhan energi bersih dan transportasi publik.
“WIKA akan terus beradaptasi dengan kondisi pasar, sambil memastikan setiap proyek berjalan sesuai prinsip good corporate governance,” jelas Agung.
Target Jangka Panjang: WIKA Menuju Kinerja Berkelanjutan
Selain target kontrak baru Rp20 triliun pada 2026, WIKA juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan konstruksi unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Beberapa langkah strategis yang akan ditempuh antara lain:
- Meningkatkan kontribusi proyek luar negeri, terutama di Asia dan Timur Tengah.
- Mengembangkan lini bisnis energi dan properti dengan pendekatan hijau (green energy & green building).
- Mendorong sinergi antar-BUMN konstruksi untuk mempercepat proyek prioritas nasional.
Agung menegaskan, WIKA tidak hanya mengejar pertumbuhan finansial, tetapi juga berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
“Kami ingin WIKA tumbuh secara berkelanjutan, tidak hanya kuat secara finansial tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Agung.
Penutup
Dengan strategi transformasi dan fokus pada efisiensi, PT Wijaya Karya (WIKA) optimistis bisa mencapai target ambisius pada 2026. Transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat fondasi bisnis, tetapi juga menjadi langkah penting menuju masa depan industri konstruksi Indonesia yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing tinggi.