Menkeu Purbaya Fokus Benahi Citra Bea Cukai dalam Satu Tahun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rencananya untuk memperbaiki citra Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang merosot dalam beberapa tahun terakhir. Ia melihat berbagai sorotan dan kritik dari masyarakat, media, hingga pejabat tinggi negara. Karena itu, ia menetapkan langkah besar untuk memperbaiki lembaga tersebut secara menyeluruh.
Usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Purbaya menjelaskan bahwa ia meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam masa satu tahun itu, ia ingin berkonsentrasi penuh tanpa gangguan agar proses pembenahan berjalan maksimal. “Citra Bea Cukai sedang jatuh. Kita harus memperbaikinya dengan serius,” tegasnya.
Alasan Pembenahan Sangat Mendesak
Purbaya tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul di DJBC. Beragam kasus yang menyeret oknum pegawai menimbulkan rasa tidak percaya dari publik. Banyak masyarakat merasa kecewa karena beberapa tindakan internal merugikan mereka. Selain itu, media terus menyoroti perilaku yang bertentangan dengan aturan.
Menurut Purbaya, reputasi yang buruk akan menghambat tugas Bea Cukai. Lembaga ini seharusnya menjaga batas negara, mengawasi lalu lintas barang, dan mengoptimalkan penerimaan negara. Karena itu, ia tidak ingin masalah ini berkembang dan semakin merusak kepercayaan publik.
Tiga Fokus Utama Pembenahan
Selama satu tahun masa pembenahan, Purbaya akan menjalankan tiga prioritas besar. Ketiganya bergerak secara paralel agar perubahan terasa cepat dan menyeluruh.
1. Menindak Tegas Oknum Bermasalah
Purbaya ingin membersihkan lembaga dari pegawai yang menyalahgunakan jabatannya. Ia meminta seluruh pimpinan di DJBC memantau setiap proses kerja. Jika ada perilaku tidak profesional, langkah penindakan harus berjalan tanpa kompromi. Ia menilai kebiasaan buruk hanya bisa hilang jika pimpinan bersikap tegas sejak awal.
Ia juga mengarahkan penggunaan teknologi untuk meminimalkan celah pelanggaran. Dengan sistem yang lebih transparan, setiap transaksi tercatat jelas sehingga oknum sulit memanipulasi proses.
2. Menyederhanakan Sistem Kepabeanan
Proses yang rumit sering menimbulkan keluhan dari pelaku usaha. Karena itu, Purbaya mendorong penyederhanaan aturan dan digitalisasi penuh di berbagai pos Bea Cukai. Dengan sistem digital yang kuat, pemeriksaan barang, verifikasi dokumen, hingga pelaporan berjalan lebih cepat dan lebih jelas.
Ia ingin seluruh pelaku usaha bisa memantau progres pemeriksaan tanpa kebingungan. Dengan begitu, proses kepabeanan menjadi lebih efisien dan minim interaksi yang berpotensi disalahgunakan.
3. Meningkatkan Pelayanan kepada Publik
Selain pembersihan oknum dan pembenahan sistem, Purbaya menekankan pentingnya pelayanan publik. Bea Cukai menjadi pintu masuk barang internasional. Jika pelayanan berjalan lambat, ekonomi nasional ikut terhambat.
Karena itu, Purbaya meminta DJBC memperbaiki banyak hal, mulai dari waktu layanan, kepastian biaya, hingga kejelasan informasi. Ia ingin pelaku usaha merasakan perubahan nyata dalam waktu singkat.
Dukungan dari Komisi XI DPR
Saat menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR, Purbaya memaparkan seluruh rencana pembenahan tersebut. Komisi XI memberi dukungan penuh terhadap langkah yang ia jalankan. Mereka ingin melihat reformasi besar yang bukan hanya memperbaiki citra, tetapi juga mengubah budaya kerja di DJBC.
Selain itu, DPR meminta agar Purbaya tetap transparan selama masa pembenahan. Mereka ingin masyarakat mengetahui perkembangan setiap perubahan yang dijalankan pemerintah.
Harapan dari Publik dan Pelaku Usaha
Publik berharap rencana pembenahan ini memberikan hasil nyata. Selama bertahun-tahun, keluhan masyarakat terhadap Bea Cukai cukup banyak. Banyak pelaku usaha mengaku kesulitan mengurus dokumen dan pemeriksaan barang. Bahkan, ada yang merasa prosesnya membuang waktu dan biaya.
Dengan reformasi yang lebih agresif, pelaku usaha berharap proses kepabeanan berjalan lebih cepat dan lebih bersih. Selain itu, masyarakat ingin lembaga negara menunjukkan integritas yang lebih tinggi agar kepercayaan kembali pulih.
Tantangan Besar yang Menunggu
Walaupun rencana pembenahan sudah jelas, Purbaya masih menghadapi banyak tantangan. Bea Cukai memiliki ribuan pegawai di berbagai wilayah. Mengubah cara kerja sebanyak itu tentu tidak mudah. Perubahan sistem juga membutuhkan waktu untuk penyesuaian, terutama di perbatasan dan pelabuhan besar.
Namun, Purbaya menegaskan bahwa perubahan tidak bisa ditunda lagi. Menurutnya, momentum pembenahan ini sangat penting agar kepercayaan publik tidak semakin jatuh. Dengan dukungan Presiden dan DPR, ia yakin proses reformasi berjalan lebih cepat.
Kesimpulan
Pembenahan Bea Cukai menjadi salah satu agenda terbesar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai citra lembaga itu berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Karena itu, ia meminta waktu satu tahun untuk memperbaiki berbagai persoalan secara total.
Ia berfokus pada tiga hal: pembersihan oknum, penyederhanaan sistem, dan peningkatan layanan. Dengan langkah yang terarah, Bea Cukai diharapkan bisa kembali menjadi lembaga yang dipercaya publik dan mendukung ekonomi negara.
Jika reformasi berjalan lancar, DJBC akan memiliki budaya kerja baru yang lebih profesional, lebih transparan, dan lebih bersih.
