Analis teknologi membeberkan bahwa Apple sudah menunjuk pemasok khusus Touch ID di tombol samping, untuk iPhone lipat.
5 September 2025 | 09.36 WIB

Apple kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa perusahaan sedang menyiapkan iPhone lipat (foldable) dengan teknologi Touch ID terbaru. Namun, alih-alih menempatkan sensor sidik jari di dalam layar seperti tren smartphone Android, Apple dikabarkan akan memasang Touch ID pada tombol fisik, mirip dengan desain iPad Air dan iPad Mini terbaru.
Kabar ini menimbulkan beragam spekulasi di kalangan penggemar teknologi. Mengapa Apple memilih tombol sebagai lokasi sensor, bukan layar? Apakah keputusan ini bagian dari strategi desain, efisiensi, atau alasan keamanan?
Artikel ini akan membahas secara lengkap bocoran fitur tersebut, analisis teknis, hingga dampaknya bagi pasar smartphone lipat.
Tren Smartphone Lipat
Beberapa tahun terakhir, pasar smartphone lipat berkembang pesat. Samsung, Huawei, Oppo, hingga Vivo telah merilis ponsel lipat dengan berbagai teknologi layar fleksibel. Fitur keamanan biometrik umumnya ditempatkan di under-display fingerprint atau sidik jari di samping bodi ponsel.
Apple yang dikenal lebih konservatif dalam mengadopsi tren baru, tampaknya tidak terburu-buru menghadirkan iPhone lipat. Namun, rumor menyebutkan bahwa proyek ini sedang dipercepat untuk menghadapi persaingan ketat di pasar premium.
Alasan Apple Memilih Touch ID di Tombol
Keputusan Apple untuk menempatkan Touch ID di tombol, bukan di layar, diyakini memiliki beberapa alasan teknis dan strategis:
- Keamanan Lebih Stabil
Sensor sidik jari di tombol dinilai lebih akurat dan konsisten dibanding teknologi under-display, yang sering terkendala sensitivitas layar dan kondisi jari pengguna. - Efisiensi Produksi
Biaya produksi sensor tombol lebih rendah dibanding under-display. Hal ini dapat membantu Apple menjaga margin keuntungan di tengah harga layar lipat yang sudah sangat mahal. - Ketahanan Produk
Layar lipat lebih rentan terhadap kerusakan. Dengan memindahkan sensor ke tombol, Apple dapat mengurangi risiko kegagalan teknologi biometrik di layar fleksibel. - Pengalaman Konsumen
Apple sebelumnya telah sukses mengintegrasikan Touch ID di tombol pada iPad Air dan iPad Mini, yang mendapat respons positif dari pengguna.
Bocoran Desain iPhone Lipat
Beberapa laporan menyebutkan bahwa iPhone lipat akan hadir dalam dua varian: flip (vertikal) seperti Galaxy Z Flip dan fold (horizontal) seperti Galaxy Z Fold.
Fitur yang diharapkan hadir antara lain:
- Layar fleksibel OLED dengan refresh rate 120 Hz.
- Chipset Apple Silicon terbaru yang lebih hemat daya.
- Touch ID di tombol samping, kemungkinan menyatu dengan tombol power.
- Face ID tetap dipertahankan, sehingga pengguna memiliki dua opsi biometrik.
- Desain premium dengan material tahan lipat hingga 200 ribu kali penggunaan.
Persaingan dengan Samsung dan Huawei
Samsung saat ini menjadi pemimpin pasar smartphone lipat dengan seri Galaxy Z. Keputusan Apple memasang Touch ID di tombol justru dianggap langkah unik untuk membedakan diri dari pesaing.
Huawei dan Oppo sudah menggunakan sensor sidik jari di layar, tetapi adopsinya masih memiliki kelemahan teknis. Dengan solusi tombol, Apple bisa menawarkan pengalaman yang lebih mulus, meski secara estetika dianggap kurang futuristik.
Pro dan Kontra di Kalangan Pengguna
Reaksi pengguna terbagi dua:
- Pro
- Sensor tombol lebih responsif.
- Bisa digunakan meski layar dalam keadaan lipat.
- Biaya perbaikan lebih murah jika sensor rusak.
- Kontra
- Terlihat kurang modern dibanding under-display.
- Berpotensi mengurangi estetika desain iPhone lipat.
- Apple dianggap terlalu konservatif dan tidak inovatif.
Dampak terhadap Pasar Smartphone Premium
Jika benar iPhone lipat dengan Touch ID tombol dirilis, dampaknya bisa besar:
- Meningkatkan adopsi iPhone lipat karena pengguna lama iPhone lebih mudah beradaptasi.
- Tekanan bagi produsen Android yang sudah mengandalkan under-display fingerprint.
- Tren baru dalam desain smartphone lipat, karena Apple sering menjadi trendsetter setelah meluncurkan produk.
Tanggal Rilis dan Harga (Prediksi)
Meski belum ada konfirmasi resmi, analis teknologi memperkirakan iPhone lipat akan diumumkan sekitar tahun 2026 atau 2027.
Harga diprediksi sangat tinggi, kemungkinan mulai dari USD 1.800 – 2.000 (sekitar Rp 27 – 30 juta) karena menggabungkan teknologi layar lipat dengan standar kualitas Apple.
Strategi Apple ke Depan
Apple tampaknya ingin memastikan bahwa setiap teknologi baru yang mereka bawa bukan hanya mengikuti tren, tetapi juga matang secara fungsi. Memasang Touch ID di tombol adalah kompromi antara keamanan, efisiensi, dan pengalaman pengguna.
Jika sukses, strategi ini bisa menjadi standar baru bagi produk Apple lain, bahkan mungkin diadopsi pada MacBook atau perangkat wearable.
Kesimpulan
Apple dikabarkan bakal memasang Touch ID di tombol, bukan di layar, pada iPhone lipat generasi pertama. Keputusan ini dinilai sebagai langkah realistis untuk menjaga keamanan, mengurangi risiko kerusakan layar fleksibel, sekaligus menjaga biaya produksi.
Meski menimbulkan pro-kontra, strategi Apple kemungkinan besar akan diterima pasar, mengingat loyalitas pengguna iPhone yang sangat tinggi. Kini, publik hanya perlu menunggu kepastian resmi dari Apple, apakah iPhone lipat benar-benar akan menjadi kenyataan dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan keputusan ini, Apple kembali menunjukkan ciri khasnya: tidak selalu jadi yang pertama, tapi sering jadi yang paling berpengaruh.