Meski Ekonomi Dunia Tak Pasti, OJK Pastikan Sektor Keuangan Banyumas Raya Tetap Tumbuh

Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa sektor keuangan di wilayah Banyumas Raya masih tumbuh positif.

Kinerja lembaga keuangan di daerah tersebut tetap stabil, meski tekanan global seperti inflasi, geopolitik, dan fluktuasi nilai tukar masih membayangi.

OJK menilai fondasi ekonomi lokal yang kuat, kolaborasi antarlembaga, serta meningkatnya inklusi keuangan menjadi kunci utama ketahanan sektor jasa keuangan di Banyumas dan sekitarnya.


Ketahanan Sektor Keuangan di Tengah Gejolak Global

Kepala OJK Purwokerto, Sutopo Hadi, menyebut bahwa stabilitas sistem keuangan di wilayah Banyumas Raya masih terjaga.

Berdasarkan data triwulan III tahun 2025, pertumbuhan kredit perbankan di Banyumas Raya mencapai 8,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 7,5%.

“Kami bersyukur sektor keuangan di wilayah ini tetap ekspansif di tengah tantangan global. Ini menunjukkan daya tahan yang baik dari pelaku industri keuangan lokal,” ujar Sutopo dalam konferensi pers di Purwokerto.

Faktor utama yang menjaga ketahanan tersebut adalah penyaluran kredit produktif di sektor perdagangan, pertanian, dan UMKM yang terus meningkat.


Kinerja Positif Perbankan dan Lembaga Keuangan

Pertumbuhan kredit menjadi indikator penting yang menunjukkan aktivitas ekonomi daerah. Menurut OJK, penyaluran kredit di Banyumas Raya didominasi oleh bank-bank daerah dan koperasi simpan pinjam.

1. Perbankan Komersial

Total aset perbankan di wilayah eks Karesidenan Banyumas kini mencapai Rp 62 triliun, meningkat 9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terkendali di level 2,1%, jauh di bawah ambang batas 5% yang ditetapkan OJK.

2. BPR dan Koperasi

Sektor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi keuangan juga menunjukkan kinerja positif. Penyaluran kredit BPR naik 6,5%, sementara jumlah nasabah baru tumbuh 12% dalam setahun terakhir.

Hal ini memperlihatkan bahwa akses masyarakat terhadap lembaga keuangan formal semakin meningkat.


Fokus pada UMKM dan Ekonomi Rakyat

OJK menegaskan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya.

Penyaluran kredit UMKM di wilayah ini tercatat mencapai Rp 18,7 triliun, dengan kontribusi terbesar dari sektor perdagangan dan pertanian.

“Kredit UMKM menjadi fokus utama karena sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja dan terbukti tangguh menghadapi krisis,” ujar Sutopo.

OJK bersama pemerintah daerah juga aktif menggelar program edukasi keuangan dan klasterisasi pembiayaan UMKM untuk memperluas akses modal dan mendorong pelaku usaha naik kelas.


Inklusi Keuangan Terus Ditingkatkan

Selain menyalurkan kredit, OJK berkomitmen memperkuat inklusi keuangan di masyarakat pedesaan.

Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK menggandeng berbagai pihak untuk memperluas layanan keuangan hingga ke desa-desa di Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.

Program unggulan seperti “Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)” dan Laku Pandai terus diperluas untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki rekening bank.

Tingkat inklusi keuangan Banyumas Raya kini mencapai 90,4%, meningkat signifikan dibandingkan 83% pada 2022.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dari sistem keuangan formal,” jelas Sutopo.


Pengawasan dan Digitalisasi Keuangan

OJK juga memperkuat pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan berbasis digital. Hal ini penting untuk melindungi masyarakat dari risiko penipuan, investasi bodong, dan pinjaman online ilegal.

Dalam setahun terakhir, OJK Banyumas telah menindak lebih dari 20 entitas keuangan ilegal yang beroperasi di wilayah tersebut.

Selain pengawasan, OJK mendorong transformasi digital agar lembaga keuangan lokal mampu bersaing di era teknologi.

Beberapa BPR dan koperasi kini telah menerapkan layanan digital seperti mobile banking dan e-payment lokal, sehingga masyarakat pedesaan bisa menikmati kemudahan transaksi tanpa perlu ke kota.


Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Pertumbuhan sektor keuangan di Banyumas Raya tidak lepas dari sinergi antara OJK, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah.

Pemkab Banyumas bersama OJK aktif mendorong program “Banyumas Inklusif Finansial”, yang mengintegrasikan akses pembiayaan dengan program sosial dan ekonomi.

Selain itu, berbagai pelatihan literasi keuangan untuk aparatur desa dan pelaku UMKM terus digelar secara rutin.

“Sinergi inilah yang menjaga stabilitas ekonomi lokal meski kondisi global sedang tidak menentu,” kata Bupati Banyumas, Achmad Husein.


Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun menunjukkan tren positif, OJK mengakui masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi.

  1. Literasi Keuangan yang Belum Merata
    Sebagian masyarakat, terutama di daerah pedesaan, masih belum memahami manfaat produk keuangan secara optimal.
  2. Akses Digital yang Terbatas
    Tidak semua wilayah memiliki jaringan internet yang stabil, sehingga memperlambat adopsi layanan keuangan digital.
  3. Potensi Kredit Macet di Sektor Mikro
    Beberapa sektor mikro masih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan cuaca ekstrem, yang dapat memengaruhi kemampuan bayar debitur.

OJK menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat strategi mitigasi risiko agar pertumbuhan tetap berkelanjutan.


Prospek ke Depan

Melihat tren saat ini, OJK optimistis pertumbuhan sektor keuangan Banyumas Raya akan tetap solid hingga akhir 2025.

Kredit diperkirakan tumbuh antara 8–9%, dengan sektor prioritas seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif menjadi motor utama.

Selain itu, penguatan infrastruktur digital dan literasi keuangan akan menjadi fokus tahun depan.

“Kami ingin menjadikan Banyumas sebagai contoh keberhasilan pengelolaan sektor keuangan daerah yang inklusif dan tangguh,” ujar Sutopo menegaskan.


Harapan bagi Masyarakat dan Dunia Usaha

OJK berharap masyarakat semakin bijak memanfaatkan layanan keuangan dan menghindari investasi bodong.

Bagi dunia usaha, momentum pertumbuhan ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperluas skala bisnis dan membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah daerah juga terus mengajak lembaga keuangan memperkuat pembiayaan hijau (green finance) untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian dan energi terbarukan.

Dengan sinergi yang kuat, Banyumas Raya diyakini mampu menjadi contoh keberhasilan ekonomi daerah yang adaptif terhadap perubahan global.


Kesimpulan

Meski ekonomi dunia masih diwarnai ketidakpastian, OJK memastikan sektor keuangan Banyumas Raya tetap tumbuh stabil dan inklusif.

Pertumbuhan kredit, peningkatan inklusi keuangan, dan penguatan digitalisasi menjadi bukti bahwa ekonomi daerah mampu bertahan menghadapi tekanan global.

Dengan strategi pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor, OJK yakin Banyumas dan wilayah sekitarnya bisa terus menjadi motor penggerak ekonomi regional yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *