Aksi demo masyarakat awalnya kecewa terhadap DPR, yang meluas menjadi kemarahan terhadap polisi. Beda target dengan demo 1998.
31 Agustus 2025 | 09.00 WIB

Akar Gelombang Demonstrasi Saat Ini
Demonstrasi tahun 2025 di Indonesia dipicu oleh berbagai isu seperti pemangkasan anggaran besar, kenaikan tunjangan yang tidak populis untuk anggota DPR, dan kebijakan pajak tanah yang memberatkan.
Protes ini dimotori oleh gerakan mahasiswa "Indonesia Gelap" yang menyoroti potensi kembalinya militer ke urusan sipil dan penurunan demokrasiJacobinMR Online.
Gelombang ini merebak sejak awal tahun, mulai dari Februari hingga Agustus, dengan puncaknya terjadi setelah kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, akibat ditabrak kendaraan Brimob. Ini kemudian memicu demonstrasi luas di Jakarta dan kota-kota lainAP NewsReutersWikipedia.
Beda Antara 1998 dan 2025
Situasi tahun 1998 terjadi di tengah krisis moneter Asia yang menghancurkan ekonomi nasional. Gelombang protes menjadi sangat masif, tak terkendali, dan berujung pada runtuhnya rezim SoehartoWikipedia.
Sementara itu, di 2025, walau intensitas protes meningkat, namun hingga saat ini masih terkonsentrasi pada kelompok mahasiswa dan warga sipil urban, tanpa adanya tuntutan penggulingan rezim secara langsungFULCRUMWikipediaForbes.
Penyebab Pergerakan
Beberapa akar penyebab demonstrasi 2025:
- Pengangkatan militer ke posisi sipil melalui revisi UU TNI, memicu kekhawatiran akan kembalinya dwifungsi di era militerismeMR OnlineTaipei Times.
- Kebijakan penghematan besar-besaran menyentuh pendidikan dan sosial vital, yang memicu aksi mahasiswa nasionalWorld Socialist Web SiteABC.
- Potongan anggaran dan kebijakan kontroversial seperti tunjangan DPR dan pajak properti ekstrem menjadi pemicu langsung aksi publik pada AgustusThe AustralianReutersAP NewsWikipedia.
Skala & Penyebaran Demonstrasi 2025
Gelombang protes terkini mencakup:
- Aksi di lebih dari 20 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, dan BaliAP NewseuronewsWikipedia.
- Terkonfirmasi adanya 4–5 korban jiwa, puluhan terluka, dan ratusan ditangkapReuters+1Wikipedia.
- Protes lokal seperti di Pati mencapai 100.000 massa untuk menolak pajak 250%, yang kemudian dibatalkan pihak berwenangWikipedia.
- Dimulainya solidaritas global di Malaysia, Jerman, dan AustraliaWikipedia.
Apakah Bisa Meluas seperti 1998?
Pada tahun 1998, terdapat ekonomi ambruk, langkanya pangan, dan kesenjangan ekstrem — faktor-faktor krusial yang mendongkrak skala protes menjadi revolusi. Saat ini, kondisi ekonomi Indonesia walau menekan, tetapi belum dalam tahap krisis sistemik seperti saat ituForbesX (formerly Twitter).
Namun, penggabungan berbagai tekanan ekonomi, militerisme, dan penurunan demokrasi bisa memperbesar risiko eskalasi.
Respon Pemerintah dan Tindakan Penyeimbang
Pemerintah merespons dengan pengendalian polisi ketat, pembentukan investigasi atas kematian Affan, dan penahanan sejumlah aparat yang terlibatThe AustralianAP News.
Presiden Prabowo bahkan membatalkan kunjungan ke Tiongkok dan memanggil platform media sosial untuk menangani potensi misinformasiReuters.
Namun, dalam banyak wilayah, tekanan lokal terus berlangsung, menunjukkan bahwa ketidakpuasan meluas dan respons pemerintah belum meredam protes.
Peran Media dan Civil Society
Media sosial menjadi kendaraan penting dalam mobilisasi massa, dengan tagar seperti #DarkIndonesia dan #KaburAjaDulu menyuarakan kecemasan generasi muda terhadap masa depanJacobinFULCRUM.
Kelompok mahasiswa, serikat buruh, dan LSM terus menuntut transparansi, reformasi anggaran, dan pembatasan kediktatoran baru, walau belum terstruktur dalam satu organisasi nasional yang kuatMR OnlineWikipedia.
Kesimpulan: Apakah 2025 Mengulang 1998?
Gelombang demonstrasi 2025 dan 1998 memiliki kemiripan dari sisi eskalasi publik. Tapi konteks mereka berbeda besar:
- 1998: revolusioner karena krisis ekonomi dan tuntutan regime change.
- 2025: masih dalam spektrum tekanan demokrasi dan kebijakan kontroversial, meski bisa membesar jika faktor ekonomi dan politik terus memburuk.