PJHB Siap Melantai di BEI, Target Himpun Dana Rp158 Miliar

PJHB segera melantai di BEI. Perusahaan pelayaran ini menawarkan 480 juta saham dengan harga Rp310–Rp330 per lembar untuk menghimpun dana Rp158 miliar

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) bersiap mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 November 2025. Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan menjual 480 juta lembar saham, setara 25% dari modal disetor penuh.

Manajemen PJHB menetapkan harga penawaran Rp310–Rp330 per saham. Dengan kisaran tersebut, perusahaan berpeluang meraih dana segar hingga Rp158 miliar. Selain saham, PJHB juga menawarkan 240 juta Waran Seri I, atau 16,67% dari total saham setelah IPO.

Profil dan Bisnis PJHB

PJHB berdiri pada 9 Oktober 2008 di Samarinda, Kalimantan Timur. Perusahaan ini berfokus pada jasa angkutan laut dalam negeri, terutama pengiriman alat berat dan kontainer.

Perusahaan mengoperasikan lima kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) dengan kapasitas 1.300–2.500 ton per kapal. Armada PJHB melayani rute pengiriman di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua.

Rencana IPO dan Penggunaan Dana

Perusahaan menjalankan masa book building pada 22–27 Oktober 2025, kemudian menawarkan saham ke publik pada 30 Oktober–3 November 2025. Saham PJHB akan resmi tercatat di BEI pada 5 November 2025.

PJHB menunjuk PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Manajemen berencana menggunakan seluruh dana hasil IPO untuk membangun tiga kapal baru.

Kapal tersebut akan meningkatkan kapasitas angkut karena armada eksisting sudah mendekati batas maksimal. PJHB bekerja sama dengan PT Untung Brawijaya Sejahtera dan PT Adiluhung Saranasegara Indonesia dalam pembangunan kapal baru tersebut.

Alasan dan Strategi Ekspansi

  1. Permintaan Jasa Pelayaran Meningkat
    Pertumbuhan sektor pertambangan, migas, dan konstruksi di Indonesia meningkatkan kebutuhan logistik laut. PJHB memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan pengiriman.
  2. Penambahan Kapal untuk Meningkatkan Kapasitas
    Dengan tiga kapal baru, perusahaan dapat memperbanyak rute dan volume pengiriman, serta meningkatkan efisiensi operasional.
  3. Peningkatan Kredibilitas dan Akses Modal
    Melalui pencatatan di BEI, PJHB memperkuat reputasi dan keterbukaan informasi. Langkah ini juga membuka akses terhadap sumber pendanaan baru.
  4. Daya Tarik Waran bagi Investor
    Investor IPO mendapatkan Waran Seri I yang bisa ditebus di kemudian hari dengan harga Rp330 per saham. Skema ini menambah potensi keuntungan bagi investor jangka panjang.

Kinerja dan Tantangan

Pada 2024, laba bersih PJHB turun sekitar 22,86% dibanding 2023. Manajemen mengidentifikasi kenaikan biaya operasional dan perawatan kapal sebagai penyebab utama.

Bisnis pelayaran juga menghadapi risiko cuaca ekstrem, kenaikan harga bahan bakar, dan persaingan ketat. Selain itu, proses pembangunan kapal baru memerlukan waktu sehingga manajemen harus memastikan pengerjaan berjalan tepat jadwal.

Peluang di Industri PelayaranPermintaan angkutan laut di Indonesia terus meningkat seiring ekspansi sektor logistik dan pembangunan infrastruktur. PJHB menargetkan pertumbuhan pendapatan melalui efisiensi biaya dan ekspansi armada.

Perusahaan juga meningkatkan manajemen rute agar waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat margin laba bersih dalam beberapa tahun ke depan.

Kesimpulan

IPO PJHB menawarkan peluang investasi menarik di sektor pelayaran nasional. Dengan harga penawaran Rp310–Rp330 per saham dan potensi dana Rp158 miliar, perusahaan menunjukkan rencana ekspansi yang agresif dan terukur.

Tambahan tiga kapal baru akan memperbesar kapasitas, memperkuat jaringan logistik, dan meningkatkan daya saing. Meski menghadapi risiko bisnis pelayaran yang fluktuatif, PJHB memiliki strategi jelas untuk tumbuh di industri logistik laut yang berkembang pesat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *