PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD pada Kuartal III-2025, Komitmen Perkuat Ketahanan Energi Nasional
PHE mencatat produksi migas 1,03 juta BOEPD pada kuartal III-2025. Pertamina memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksploitasi, eksplorasi, dan efisiensi operasi.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina, kembali membuktikan perannya dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Pada kuartal III-2025, PHE berhasil menorehkan pencapaian signifikan dengan produksi migas yang mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Capaian besar ini tidak hanya menggambarkan kinerja operasional yang solid, tetapi juga mencerminkan komitmen PHE dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global.

Produksi Minyak dan Gas Tetap Stabil di Tengah Tantangan

Pada periode tersebut, PHE mencatat produksi minyak sebesar 553 ribu barel per hari (MBOPD). Sementara itu, produksi gas mencapai 2,83 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Kedua angka ini menunjukkan performa yang konsisten, terutama ketika industri migas menghadapi tekanan teknis dan ekonomi.

PHE secara aktif meningkatkan kinerja operasional melalui efisiensi, digitalisasi, dan optimalisasi proses produksi. Dengan strategi itu, perusahaan mampu menjaga kestabilan suplai energi yang dibutuhkan masyarakat dan industri.

Kegiatan Hulu Migas Meningkat Secara Masif pada 2025

Selain membukukan produksi migas yang stabil, PHE juga menjalankan berbagai kegiatan operasional hulu secara intensif hingga kuartal ketiga 2025. Beberapa aktivitas tersebut antara lain:

  • Pemboran eksploitasi 661 sumur, sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi.
  • Kegiatan workover 969 sumur, untuk memastikan sumur tetap berkontribusi optimal.
  • Well service sebanyak 28.507 sumur, yang bertujuan meningkatkan keandalan sumur yang sudah berproduksi.
  • Survei seismik 2D sepanjang 109 km, guna memperluas data bawah permukaan.
  • Survei seismik 3D seluas 652 km², sebagai strategi memperkuat pemetaan potensi migas.
  • Pengeboran eksplorasi 15 sumur, yang bertujuan menemukan sumber migas baru.

Seluruh kegiatan tersebut menunjukkan bahwa PHE tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga terus memperkuat fondasi eksplorasi dan pemetaan sumber daya migas untuk masa depan. Dengan langkah-langkah itu, perusahaan menjaga keberlanjutan suplai energi jangka panjang.

Komitmen PHE dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan kesungguhan PHE dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, semua kegiatan operasional dilaksanakan dengan mengutamakan efisiensi, keandalan, dan pemanfaatan teknologi terbaru.

Hermansyah juga menyampaikan bahwa seluruh wilayah kerja PHE, baik di dalam negeri maupun luar negeri, terus berkontribusi terhadap total produksi migas Pertamina. Dengan dukungan SDM berpengalaman dan penggunaan teknologi eksplorasi modern, PHE mampu mempertahankan produktivitas di tengah tantangan industri.

Digitalisasi dan Efisiensi Operasi Menjadi Kunci

Untuk menjaga kinerja yang kompetitif, PHE menerapkan berbagai strategi operasional berbasis teknologi. Sistem digital monitoring, pemanfaatan big data, dan teknologi predictive maintenance memperkuat proses pengambilan keputusan di lapangan. Berkat digitalisasi itu, performa operasi meningkat lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, PHE terus mendorong efisiensi pada seluruh aktivitas hulu. Efisiensi tersebut meliputi pengelolaan sumur, kegiatan drilling, hingga transportasi migas. Dengan strategi yang konsisten, perusahaan mampu menekan biaya operasi tanpa mengurangi kualitas layanan dan keselamatan kerja.

Ekspansi Domestik dan Internasional Tetap Berjalan

Tidak hanya aktif di Indonesia, PHE juga menjalankan operasi migas di beberapa negara. Kegiatan internasional tersebut memperkuat kontribusi PHE terhadap total produksi Pertamina. Dengan memadukan potensi domestik dan luar negeri, Pertamina mampu menjaga posisi sebagai perusahaan energi nasional yang kompetitif di pasar global.

Langkah ekspansi itu sejalan dengan visi Pertamina menjadi perusahaan energi kelas dunia. Selain itu, kerja sama internasional membuka peluang transfer teknologi yang bisa mempercepat peningkatan kualitas operasi di Indonesia.

Peran Strategis PHE pada Masa Transisi Energi

Walau fokus utama berada pada sektor migas, PHE tetap mendukung program transisi energi. Perusahaan terlibat dalam berbagai inisiatif energi rendah karbon seperti carbon capture, pemanfaatan gas secara optimal, dan teknologi pengurangan emisi.

Dengan menjaga produksi migas sambil memperkuat program energi bersih, PHE menjalankan perannya sebagai bagian dari transformasi besar di sektor energi Indonesia.

Simpulan: Kinerja PHE Terus Tumbuh Menuju Energi Masa Depan

Capaian produksi migas yang mencapai 1,03 juta BOEPD di kuartal III-2025 membuktikan komitmen PHE dalam menjaga stabilitas energi nasional. Aktivitas pemboran yang masif, survei seismik yang intensif, hingga eksplorasi yang terus berjalan menunjukkan bahwa Pertamina melalui PHE berupaya menghadirkan suplai energi yang kuat untuk masa depan Indonesia.

Dengan kombinasi teknologi, efisiensi operasional, dan dukungan SDM berpengalaman, PHE menegaskan posisinya sebagai pilar utama ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *