PNM Perkuat Komitmen Hijau melalui Penanaman 374.839 Pohon hingga November 2025
Upaya penghijauan kembali mencapai momentum penting pada 2025. Salah satu kontribusi terbesar datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui program PNM Hijaukan Negeri, perusahaan terus menambah jejak hijau di berbagai daerah. Hingga minggu pertama November 2025, total 374.839 pohon berhasil ditanam dan memberikan kontribusi nyata bagi pemulihan lingkungan nasional.
Program ini tidak hanya menambah tutupan hijau, tetapi juga memperkuat adaptasi iklim melalui penyerapan karbon. Dengan total pohon yang sudah tertanam, PNM memperkirakan potensi penyerapan karbon mencapai 8.900 ton COâ‚‚. Angka tersebut memberikan dampak besar bagi upaya nasional menghadapi perubahan iklim.
Langkah Nyata PNM Mendukung Penghijauan Nasional
Gerakan penghijauan yang dijalankan PNM bergerak paralel dengan program reboisasi besar-besaran pemerintah Indonesia. Pemerintah menargetkan pemulihan hutan dan lahan kritis sebagai strategi penting menjaga ketahanan lingkungan. PNM ikut menyelaraskan visi tersebut melalui program penanaman pohon yang tersebar di berbagai wilayah.
Secara rinci, perusahaan menanam 287.761 pohon pada 2024 di 67 titik lokasi. Selain itu, sepanjang 2025 hingga awal November, PNM menambahkan 87.078 pohon. Peningkatan jumlah pohon setiap tahun memperlihatkan bahwa perusahaan tidak sekadar melakukan program simbolis, tetapi benar-benar memperbesar skala operasional penghijauan.
PNM memandang kebutuhan terhadap ruang hijau sebagai fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, program PNM Hijaukan Negeri mendapat prioritas khusus dan terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dua Aksi Besar pada Akhir November 2025
Menjelang akhir November 2025, PNM kembali melakukan serangkaian aksi penanaman pohon di dua wilayah strategis. Kedua kegiatan itu menunjukkan intensifikasi komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.
1. Penanaman 800 Pohon Rambai di Banjarmasin – 28 November 2025
Pada Jumat, 28 November 2025, PNM menanam 800 pohon rambai di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Banjarmasin. Pemilihan pohon jenis rambai bukan tanpa alasan. Tanaman ini memiliki sistem akar kuat yang mampu mengurangi erosi dan membantu menstabilkan tanah di sekitar aliran sungai.
Daerah aliran sungai di Banjarmasin masuk dalam kategori zona sensitif terhadap banjir. Karena itu, penanaman rambai berpotensi menjadi solusi alami dalam menambah ketahanan ekosistem. Akar pohon akan memperkuat struktur tanah, sementara bagian atas tanaman membantu meningkatkan kualitas udara di wilayah tersebut.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara cabang PNM, komunitas lokal, dan pemerintah daerah. Kolaborasi seperti ini semakin memperlihatkan bahwa program penghijauan berjalan efektif ketika melibatkan banyak pemangku kepentingan.
2. Penanaman 500 Pohon Mangrove di Pulau Banda – 27 November 2025
Sehari sebelumnya, Kamis, 27 November 2025, PNM melalui Cabang Ambon menanam 500 pohon mangrove di Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Penanaman mangrove memiliki nilai ekologis tinggi. Selain memperkuat garis pantai, mangrove juga berperan penting sebagai habitat bagi berbagai biota laut.
Ekosistem mangrove termasuk benteng alami yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Selain melindungi pantai dari abrasi, mangrove juga mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan jenis pohon lain. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap target netral karbon di masa depan.
Kedua kegiatan ini memperlihatkan bahwa PNM tidak hanya menanam pohon, tetapi juga memilih jenis tanaman berdasarkan kebutuhan ekosistem setempat. Pendekatan tersebut membuat program PNM Hijaukan Negeri memiliki dampak jangka panjang yang lebih kuat.
Kontribusi terhadap Ketahanan Iklim dan Ekonomi Lokal
Program penghijauan yang dilakukan PNM menimbulkan dampak positif tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi. Di berbagai wilayah, kegiatan penanaman pohon melibatkan masyarakat sekitar. PNM berharap keterlibatan ini mampu membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga alam.
Selain itu, penanaman pohon rambai dan mangrove membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis alam, seperti budidaya perikanan, ekowisata, dan konservasi komunitas. Dengan cara ini, penghijauan turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Manfaat ekologisnya pun sangat signifikan. Setiap pohon yang ditanam memberi peluang untuk memperbaiki kualitas udara, meningkatkan infiltrasi air tanah, dan mengurangi kemungkinan terjadinya bencana lingkungan. Dengan jumlah pohon yang terus bertambah, kontribusi ini memiliki nilai strategis jangka panjang.
Mengapa Penghijauan Menjadi Fokus Penting PNM?
PNM memandang program lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan. BUMN ini juga memprioritaskan kelompok-kelompok prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan. Karena itu, keberlanjutan lingkungan menjadi aspek penting dalam membawa dampak ekonomi bagi masyarakat kecil.
Perusahaan sadar bahwa lingkungan yang sehat menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas. Tanah yang subur, kualitas udara yang baik, dan akses terhadap air bersih menjadi fondasi kehidupan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan penghijauan tidak hanya menjadi PR lingkungan, tetapi juga investasi sosial jangka panjang.
Selain itu, peran PNM dalam program penghijauan membantu Indonesia mencapai target nasional dalam upaya mendapatkan tutupan hijau baru. Pemerintah menargetkan peningkatan area hutan, perbaikan kawasan kritis, dan penguatan ekosistem pesisir hingga ke wilayah-wilayah terpencil. PNM berperan strategis karena mampu menjangkau daerah-daerah yang sering sulit mendapatkan perhatian.
Sinergi antara Reboisasi Nasional dan Aksi BUMN
Kegiatan penanaman 374.839 pohon yang dilakukan PNM memperlihatkan bahwa BUMN memiliki peran besar dalam mendukung agenda lingkungan nasional. Ketika sektor bisnis ikut bergerak, skala penghijauan menjadi jauh lebih besar dan lebih cepat.
Sinergi ini membuat target nasional untuk mengurangi emisi karbon menjadi lebih realistis. Selain itu, masyarakat mendapatkan manfaat langsung dari perbaikan lingkungan, terutama di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan daerah terdampak perubahan iklim.
Dengan jumlah pohon yang terus bertambah setiap bulan, PNM menunjukkan konsistensi yang jarang terlihat pada program-program lingkungan berskala korporasi. Dukungan ini akan membawa Indonesia semakin dekat pada peta dunia sebagai negara dengan upaya mitigasi iklim paling aktif.
Kesimpulan: Jejak Hijau PNM Terus Bertambah
Program PNM Hijaukan Negeri terus memperkuat kontribusinya terhadap penghijauan nasional. Dengan total 374.839 pohon yang sudah tertanam hingga awal November 2025, PNM memberikan langkah nyata untuk mendukung ketahanan iklim Indonesia.
Penanaman 800 pohon rambai di Banjarmasin dan 500 pohon mangrove di Pulau Banda menjadi bukti bahwa perusahaan menjalankan aksi berkelanjutan, terukur, dan berdampak langsung. Dengan demikian, program ini bukan hanya komitmen korporasi, tetapi juga investasi masa depan untuk generasi berikutnya.
