vestival palling mengerikan dan anker di jepang

.


🎎 Festival Paling “Mengerikan” di Jepang: Onbashira Matsuri

Jika ada satu festival di Jepang yang kerap disebut sebagai festival paling berbahaya, maka itu adalah Onbashira Matsuri (御柱祭). Festival ini digelar di kawasan Suwa, Prefektur Nagano, setiap enam tahun sekali untuk memperbaharui tiang suci (onbashira) dari kuil-kuil utama Suwa. Ripley's+4Wikipedia+4All About Japan+4

Sejarah dan makna ritual

Onbashira berarti “tiang suci / pilar suci.” Festival ini diyakini sudah berjalan lebih dari 1.200 tahun, dan menjadi bagian penting dalam tradisi Shinto setempat. Wikipedia+4All About Japan+4Ripley's+4

Setiap pelaksanaan, puluhan pohon cemara besar dipilih dari gunung, ditebang, kemudian diarak ke lokasi kuil lewat jalur pegunungan. Ada dua tahapan utama:

  1. Yamadashi (木出し / “keluarnya dari gunung”)
    Pohon-pohon besar itu akan ditransportasikan menuruni lembah dan lereng, sering dengan membantu meluncurkannya di jalan menurun. Beberapa orang “menunggangi” tiang kayu tersebut saat meluncur, sebagai bentuk keberanian ekstrem. Ripley's+4Wikipedia+4All About Japan+4
  2. Satobiki / Upacara pendirian
    Sesampainya di area kuil, tiang-tiang diposisikan di sudut bangunan kuil, diangkat dan dipasang dengan ritual dan kekuatan manusia, tali, dan kerja tim. All About Japan+3Wikipedia+3Ripley's+3

Makna ritualnya berhubungan dengan pembaruan sakral, menyegarkan energi spiritual kuil, dan menjaga hubungan antara dunia manusia dan dunia roh.

Bahaya dan insiden

Karena melibatkan kayu besar, lereng curam, dan aktivitas ekstrem, festival ini punya reputasi tinggi akan risiko cedera dan kematian:

  • Beberapa insiden fatal:
    • Pada 2010, dua orang tewas saat tiang kayu setinggi sekitar 10 meter jatuh saat dipasang. Wikipedia+2Ripley's+2
    • Insiden lain: peserta jatuh dari tiang saat meluncur, atau terseret saat menyebrangi sungai. Wikipedia+2Ripley's+2
    • Sejarah mencatat ada korban tewas di tahun-tahun seperti 1980, 1986, dan 1992. Wikipedia+2Ripley's+2

Karena itu, banyak orang menyebut Onbashira sebagai “festival paling berbahaya di dunia.” All About Japan+3Japan Experience+3Ripley's+3

Meski risiko tinggi, panitia dan komunitas sekitar berusaha mengambil langkah pengamanan tambahan — tapi unsur keberanian ekstrim tetap menjadi daya tarik utama. Tokyo Weekender+2Wikipedia+2


🔥 Festival Ekstrem Lainnya di Jepang

Selain Onbashira, Jepang memiliki beberapa festival lain yang dikenal berisiko tinggi atau “mengerikan” dari segi sensasi, tradisi api, adu kekuatan, dan potensi cedera:

1. Danjiri Matsuri (Festival Floats di Osaka dan Kishiwada)

Festival ini melibatkan kereta kayu besar (float / danjiri) yang ditarik secara cepat melalui jalanan kota тестинга tikungan sempit, diiringi teriakan dan kegembiraan massa. Karena kecepatan dan momentum kereta yang besar, sering terjadi kecelakaan. Yahoo+1

Khusus Kishiwada Danjiri Matsuri di Prefektur Osaka, beberapa orang berdiri di atas kereta kayu saat melaju — ini meningkatkan risiko jatuh. Wikipedia+2Yahoo+2

2. Sagicho Matsuri / Omihachiman Fire Festival

Di kota Omihachiman, Prefektur Shiga, festival ini dikenal sebagai festival api yang dramatis dan agresif. Setiap distrik membuat float raksasa yang kemudian dipertarungkan, dibakar, atau dilemparkan ke api besar. Aksi spektakuler inilah yang membuat festival ini masuk dalam daftar festival paling berisiko. Japan Cheapo+3tsunagu Japan+3pop-japan.com+3

“Bagian dari festival: balutan api, kerumunan yang gaduh, dan float besar yang bisa menjadi sumber bahaya jika kontrol melemah.” pop-japan.com

3. Abare Festival (Festival Api & Kekerasan)

Festival ini digelar di Ushitsu, di semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa. Nama “Abare” sendiri berarti “bergerak liar / beringas.” Festival ini menampilkan mikoshi (kuil berjalan) dan kiriko (float cahaya tradisional) yang dilemparkan ke api, dipukul, dan direbut secara agresif. Wikipedia

Meskipun sebagian besar pengunjung aman, hanya pembawa mikoshi atau partisipan yang menghadapi risiko fisik langsung. Wikipedia

4. Imari Ton-Ten-Ton Festival (Festival Adu Kuil)

Festival di Imari, Prefektur Saga, ini melibatkan dua kuil berjalan (float) yang sengaja ditabrakkan satu sama lain, dalam kontes “kipas drum.” Ritual ini dikenal sebagai salah satu kenka matsuri (festival perkelahian). Wikipedia

Di masa lalu pernah terjadi kecelakaan fatal, dan sejak beberapa waktu aturan keselamatan ditingkatkan. Wikipedia


💡 Mengapa festival-festival ini dianggap “mengerikan”?

Beberapa faktor membuat festival ini terasa ekstrem atau bahkan menakutkan bagi orang luar:

FaktorPenjelasan
Risiko fisik tinggiKayu besar, api, kereta berat, lereng curam — unsur yang kalau salah langkah bisa fatal
Keberanian & adrenalinBanyak ritual menantang, seperti menuruni bukit dengan tiang kayu, bertarung dengan float atau memasuki api
Kerumunan padatBanyak orang datang menyaksikan, dan kondisi padat memicu kecelakaan tumpahan atau jatuh
Gabungan ritual & mitosFestival ini punya makna religius/spiritual, membuat tindakan ekstrim dianggap sebagai persembahan atau ujian keberanian
Tradisi tua & kurangnya inovasi keamanannyaKarena tradisi kuat, perubahan drastis diatur dengan hati-hati agar tidak menghilangkan esensi

🎯 Kesimpulan

  • Jika disuruh memilih satu festival paling mengerikan/berbahaya di Jepang, kebanyakan masyarakat dan media menyebut Onbashira Matsuri sebagai kandidat terkuat — karena kombinasi elemen ekstrem dan insiden nyata di masa lalu. All About Japan+4Wikipedia+4Ripley's+4
  • Tapi “mengerikan” itu relatif: banyak festival ekstrem lainnya (Danjiri, Sagicho, Abare, Ton-Ten-Ton) juga punya aura yang menantang dan cerita insiden di baliknya.
  • Meski demikian, faktor budaya, religius, dan komunitas lokal membuat festival-festival ini tetap dijaga dan dihormati — dan banyak yang masih diminati oleh wisatawan yang mencari pengalaman luar biasa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *